Powered by Blogger.

Sunday, 15 April 2012

KEBIJAKAN EKONOMI INDONESIA DITINJAU DARI KONSEP DASAR EKONOMI ISLAM (Yulia Hafizah)


   Sejak dahulu sampai sekarang, praktek politik tidak bisa dilepaskan begitu saja dengan ekonomi. Kehidupan politik dan kehidupan ekonomi selalu saling bertemu, saling mempengaruhi dan jalin menjalin. Aktivitas-aktivitas politik karena itu amat sulit dipisahkan dari aktivitas-aktivitas ekonomi.

Dalam setiap tindakan politik ada aspek ekonominya, demikian pula struktur perekonomian suatu masyarakat dapat mempengaruhi lembaga-lembaga politik, baik yang sudah ada maupun yang akan ada di kemudian hari. Joseph Crosey yang mengadakan penyelidikan khusus dan mendalam tentang hubungan ilmu politik dan ekonomi, seperti yang dikutip oleh Isjwara mengatakan: “That politics and economic life have much to do with each other as remark matched in self evidence only by the parallel observation that politic science and economics are of mutual interest”.

Orang-orang Yunani menciptakan istilah “oikonomos” yang berarti urusan rumah tangga, sejak itu pula kehidupan politik tidak terlepas darinya. Namun istilah tersebut tidak hanya dipergunakan dalam arti yang sempit—mengenai pengelolaan rumah tangga saja—tetapi juga dipergunakan dalam arti luas, menyangkut pengelolaan negara kota. Karena negara kota itu disebut dengan negara polis, maka istilah political economy sudah digunakan.2 Istilah tersebut mengandung pengertian bahwa dalam sebuah masyarakat ekonomi, keterlibatan pemerintah di dalamnya memang tidak dapat dinafikan.

B. Sekitar Kebijakan Ekonomi

Sampai abad ke-17 M., keterlibatan pemerintah dalam bidang perekonomian dapat ditelusuri dari adanya usaha negara Spanyol dalam membiayai penjelajahan Columbus untuk menemukan jalan terpendek dari Eropa ke India. Berhasilnya penemuan tersebut mengakibatkan dorongan yang luar biasa kepada negara-negara Eropa untuk berlomba-lomba mengejar kekayaan—salah satunya dengan menjajah negara-negara di Asia yang mereka temukan. Dari sini kemudian berkembang sebuah aliran atau paham ekonomi Merkantilis (negara merupakan faktor positif “pemimpin” dalam perekonomian).

BACA SELENGKAPNYA....




Comments :

1

I would like to thank you for the efforts you have made in writing this article
nice post, that's very interesting information thanks for sharing :)
I introduce a Economics student in Islamic University of Indonesia Yogyakarta

twitter : @profiluii

UII OFFICIAL said...
on 

Post a Comment

[ Gunakan Kotak Komentar Pop Up untuk Berkomentar ]

Gunakanlah hak suara anda pada kotak dibawah ini secara profesional.