Powered by Blogger.

Wednesday, 13 April 2011

SUMBER INFLASI DAN KEBIJAKAN KONTRAKTIF DI INDONESIA


BAB I

A. MASALAH YANG DITELITI
Salah satu Indikator yang umum yang digunakan untuk megetahui apakah suhu ekonomi
sedang memanas (atau ekonomi sedang berada pada posisi excess demand) atau tidak adalah
laju perumbuhan inflasi di dalam negeri yang tinggi (trendnya meningkat tajam) usaha
pemerintah untuk mendinginkan suhu ekonomi national yang sedang memanas ini ialah dengan
melakukan berbagai kebijakan ekonomi baik moneter maupun fiskal yang bersifat kontraksi.
Masalah yang hendak diteliti dalam junial ini adalah apakah kebijakan kontraksi
memang tepat untuk diterapkan dan akan efektif dan juga ingin mengetahi sumber-sumber
inflasi yang terjadi di Indonesia Pentingnya Tulisan ini adalah untuk memberikan suatu tes
empiris yang baru terhadap relasi antara laju pertumbuhan inflasi di Indonesia dengan
variabel-variabel yang duduga kuat sangat mempengaruhi laju tersebut Diskusi seperti ini
sangat relevan karena sampai saat ini belum ada kesepakatan bersama antar banyak peneliti
mengenai sumber utama inflasi di tanah air.

B. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan utama dari junial penelitian ini dapat di bagi menjadi dua bagian yaitu:
1. Untuk mengetahui sumber-sumber inflasi yang terjadi di Indonesia
2. Untuk mengetahui kebijakan anti inflasi (yang bersifat kontraksi ) yang bagaimana yang
tepat untuk mengatasi laju inflasi tersebut.

l.Sumber-Sumber Inflasi yang 1 erjadi Di Indonesia
Adapun penyebab Inflasi adalah sebagai berikut:
• Cost Push Inflation
Cost push Inflation adalah faktor penyebab inflasi dari sisi penawaran. Maksudnya
penawaran secara agregat menjadi berkurang karena tingginya biaya-biaya produksi selain itu
juga adanya biaya untuk birokrasi dan pungli (pungutan liar).
Selain biaya-biaya tersebut ongkos tenaga kerja menjadi penyebab utama cost push
inflation. Akibat dari berubalmya ongkos tenaga kerja seperti naiknya upah/gaji nominal,
selera masyaiakat yang berubah serta berkurangnya jam kerja, mengakibatkan kurva
penawaran jumlah tenaga kerja atau jumlah jam kerja di pasar tenaga kerja bergeser kekiri
sedangkan posisi kurva permintaan akan tenaga kerja dari pengusaha tetap.
Kenaikan gaji/upah nominal akan mengakibatkan pemintaan terhadap tenaga kerja
berkurang sehingga tingkat output (dengan asumsi tekhnologi ,rasio output-tenaga kerja dan
produktivitas tenaga kerja tetap), akan berkurang sehingga kurva penawaran agregat akan
bergeser ke kiri atau laju pertumbuhan output (penawaran agregat) menjadi lebih rendah,
sedangkan laju pertumbuhan permintaan agregat tetap (atau semakin tinggi). asumsi ini
mengakibatkan ekses permintaan di pasar output yang mendorong harga naik.
• Demand Full Inflation
Demand pull Inflation adalah faktor penyebab inflation dari sisi penawaran agregat:
jumlah atau laju pertumbuhan permintaan agregat lebih tinggi daripada jumlah atau laju pertumbuhan penawaran agregaL Ihi diakibatkan terlalu banyaknya uang beredar (Ml) di
masyarakat sedangkan jumlah barang yang ada di pasar sedikit {to much money is chasing to
newgoods).
Perkembangan permintaan agregat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor temtama
moneter-pei-bankan (seperti expansi atau kontraksi kredit atau perubahan suku bunga tabungan
maupun deposito), fiskal (seperti perubahan tarif pajak atau penambahan atau pengurangan
subsidi), dan luar negeri (seperti peningkatan atau penurunan ekspor).Adanya peningkatan
konsumsi masyarakat jugapenyebab ekses permintaan. Peningkatan tersebut oleh peningkatan
pendapatan riil dan pengurangan jumlah tabungan untuk setiap tingkat peiidapatan.Tetapi
terjaidnya inflasi atau tidak juga masih bergantung pada penawaran agregat dalam hal ini
penggunaan faktor-faktor produksi apakali sudah full employment atau beluniApabila
didalam ekonomi faktor-faktor produksi yang diperlukan untuk proses produksi telah
digunakan sepenulmya {lull employment) , maka hasilnya adalah inflasi yang tinggi.
Sebaliknya jika penggunaan masih belum sepenulmya maka penigkatan permintaan agregat
kemungkinau sekali tidak akan meningkatkan inflasi.
Perbedaan antara cost push inflation dengan demand pull inflation terletak pada faktor
penyebab dan efek jangkapanjang. Cost push inflation penyebabnya adalah kenaikaii ongkos
produksi dan efek jangka panjangnya adalah kenaikaii tingkat harga sementara output
beiiairang. Sedangkan demand pull inflation penyebanya adalah kenaikaii permintaan dana
efek jangka panjangnya adalah kenaikaii harga dan output.

2. Kebijakan Anti- Inflasi Bagaimana yang Tepat
kebijakan penanggulangan inflasi tergantung pada sumber penyebab inflasi. Jika yang
terjadi di Indonesia disebabkan oleh sisi penawaran agregat, maka pengendaliannya
dilakukan melalui pengendalian ongkos produksi per satuan unuit output Apabila Tingkat
inflasi yang tinggi selama ini berasal dari sisi permintaan agregat maka penanggulangannya
bisa dari dua sisi sekaligus . Dari sisi permintaan agregat misalnya dapat dilakukan dengan
mengurangi laju pertumbuhan permintaan konsumsi lewat peningkatan pajak pendapatan atau
penigkatan suku bunga deposito. Dari sisi penawaran misalnya dengan meningkatkan
kapasitas produksi agar volume produksi atau penawaran bisa berkembang untuk meiuenulii
kenaikan permintaan di pasar output.
Dalam menganalisis inflasi dari sisi permintaan agregat yaitu hubungan antara jutnlah
uang yang beredar dan tingkat inflasi, perlu diteliti apakah pertumbuhan jumlah uang beredar
memang menjadi penyebab inflasi lewat pertumbuhan permintaan atau hanya sebagai akibat
dari inflasi.

C. HIPOTESIS YANG DIUJI
Adapun hipotesis yang diuji dalam jurnal penelitian ini adalah sumber inflasi yang
terjadi di Indonesia dari sisi penawaran kebijakan anti inflasi yang tepat yaitu melalui
pengendalian ongkos produksi persatuan unit dan jika laju inflasi dari permintaan maka
kebijakan anti inflasi yang tepat yaitu melalui pengendalian ongkos produksi persatuan unit,mengurangi laju pertumbuhan permintaan konsumsi dan meningkatkan kapasitas produksi

D. METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang dipakai dalam junial ini adalah penelitian ilmiah yang bersifat
deskriptif Konsep penelitian yang dipakai peneliti adalah pertama memaparkan sumber-
sumber inflasi yang terjadi di Indonesia, kedua teori-teori inflasi baik itu yang biasa terjadi
di negara berkembang maupun di negara maju, ketiga mengemukakan kebijakan anti inflasi
yang bersifat kontraksi yang tepat untuk mengatasi laju inflasi tersebut, keempat menarik
kesimpulan.
Keunggulan dari metode penelitian ini adalah hasil penelitian disusun berdasarkan data-
data yang tersedia secara ilmiah sehingga dalam menarik kesimpulan bisa relevan dengan
masalah yang hendak di teliti.

E. PENGUMPULAN DATA
Sumber data kebanyakan berupa data sekunder yang diperoleh dari berbagai literatur-
iiteratur ilmiah mengenai inflasi yang terjadi di Indonesia dana buku-buku mengenai teori-
teori inflasi dari dalam dan luar negeri.
Sumber data yang digunakan ini benar dan dapat dipercaya karena data-data tersebut juga
bersifat ilmiah yang sudah diakui oleh para ahli dan pelaku ekonomi lainnya
F. KESIMPULAN
Melalui penyusunan RAPBN 1996/97 diketahui bahwa pemerintah akan mengeiuarkan kebijakan ekonomi (moneter dan fiskal) yang kontraktif untuk mengurangi laju
pertumbuhan inflasi di tanah air. Menyadari bahwa kondisi ekonomi Indonesia belum berada
pada titik penggunaan kapasitas produksi (faktor-faktor produksi) penuh maka efektivitas
daripada kebijakan-kebijakan kontraktif tersebut akan sangat rendah apabila tidak dibarengi
oieh kebijakan-kebijakan yang bersifat ekspansif untuk membenahi sisi penawaran agregat
dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi, produktifitas, kapasitas produksi dan fleksibilitas
di sektor-sektor ekonomi termasuk industri. Permintaan setinggi apapun tidak akan pernah
menjadi masalah (dalam arti tidak akan menimbulkan inflasi) selama penawaran bisa terus
tnengikuti perkembangan pennintaan . Dengan kata lain selama sektor industri dan sektor-
sktor lain bisa memenuhi permintaan di pasar output, maka inflasi tidak akan meningkal
Demikian juga halnya dengan impor. Setinggi apapun pertumbuhan pendapatan rata-rata
masyarakat tidak akan membuat pertumbuhan impor barang-barang konsumsi sedemikian
besar jika produksi dalam negari bisa membuat barang-barang serupa dengan kualitas yang
sama atau lebih baik dengan harga yang sama atau lebih murah.
Jadi sebenarnya masalah inflasi di Indonesia adalah masalah dari sisi penawaran .
Oleh karena itu kebijakan anti inflasi yang tepat adalah kebijakan yang sifainya ekspansif
pada sisi penawaran agregat seperti yang telah di atas. Mungkin sekali kebijakan kontraktif
pada sisi permintaan agregat seperti misalnya kebijakan uang ketat tetap diperlukan tetapi
hanya dalam periode penyesuaian pada sisi penawaran (supply-side adjustment).

KRITIKAN
KELEMAHAN
1. Jumal ini tidak menyebutkan hubungan antara inflasi dengan Indeks harga Konsumen
(IHK) dan Indeks Biaya Hidup (IBH). Seperti kita ketahui baliwa IHK atau IBH
merupakan indikator yang biasanya digunakan para ahli untuk menggambarkan terjadinya
inflasi di suatu negara Dengan meningkamya inflasi maka semakin tinggi pula IHK atau
IBH. IHK atau IBH adalah untuk mengambarkan tingkat harga umum secara permanen
yang fungsinya untuk penetapan upah buruh secara riil.
2. Gambaran Inflasi yang terjadi di Indonesia hanya tiga tahun yaitu dari tahun 1993-1995 ,
Kurang dapat memberikan suatu gambaran yang jelas terhadap pekembangan inflasi di
tanahair.
3. Dalam jurnal ini tidak menyebudcan bagaimana kebijakan kontraktif yang tepat bila inflasi
yang terjadi diakibatkan karena krisis ekonomi (moneter) seperti yang dialami oleh
Indonesia sekarang ini, apakah lebih difokuskan dari segi penawaran atau dari segi
permintaan.
KELEBIHAN
1. Jurnal ini dapat menyimpulkan penyebab inflasi yang terjadi di Indonesia yaitu dari sisi
penawaran.
2. Penelitian yang dilakukan memliki konsep yang jelas mengenai teori inflasi, penyebab
inflasi,dan akibat terjadinya inflasi terhadap perekonomian suatu negara.
3. Dalam jurnal ini pengembangan masalah dan pemecahamiya disusun secara sistimatis
sehingga memudahkan pembaca dalam memahaminya.

SARAN PEJNELITIAN LEBIH LANJUT
Bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian mengenai sumber inflasi ini lebih lanjut
agar memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Gambaran terjadinya inflasi dapat diperpanjang misalnya lima tahun atau lebih sehingga
dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai sumber dan pengaruh inflasi
terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia
2. Memberikan informasi mengenai pengaruh inflasi terhadap indeks harga konsumen dan
indeks biayahidup




Comments :

0 Komentar Kritis to “SUMBER INFLASI DAN KEBIJAKAN KONTRAKTIF DI INDONESIA”


Post a Comment

[ Gunakan Kotak Komentar Pop Up untuk Berkomentar ]

Gunakanlah hak suara anda pada kotak dibawah ini secara profesional.