Powered by Blogger.

Wednesday, 3 July 2013

PRODUKTIVITAS KERJA DAN KEMISKINAN, INDIKATOR KESEJAHTERAAN PENDUDUK MALUKU UTARA







Peningkatan jumlah penduduk yang tidak terkendali dapat menimbulkan masalah kependudukan yang serius. oleh karena itu, upaya pengendalian pertumbuhan penduduk yang disertai dengan peningkatan kesejahteraan penduduk harus dilakukan secara berkesinambungan dengan program pembangunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, Laju pertumbuhan penduduk maluku utara periode 1990-2000, rata-rata per tahun mencapai 1,54 persen. selama periode 2000-2010, rata-rata laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,47 persen. peningkatan laju pertumbuhan penduduk selama dua dekade ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. pertumbuhan penduduk yang tinggi berarti setiap tahun akan terjadi pertambahan penduduk yang besar. ini tentunya membutuhkan penambahan berbagai fasilitas pelayanan umum seperti fasilitas kesehatan, pendidikan maupun pemenuhan kebutuhan pokok (pangan dan papan). apabila dilihat menurut kabupaten/kota, terlihat bahwa rata-rata laju pertumbuhan per tahun pada jangka waktu 2000–2010 per kabupaten/kota sangat bervariasi. laju pertumbuhan penduduk tertinggi terjadi di kabupaten halmahera utara yaitu 5,72 persen per tahun. sedangkan kepulauan sula memiliki laju pertumbuhan terendah yaitu 0,8 persen per tahun. 

Dari angka laju pertumbuhan penduduk, angka beban ketergantungan keberhasilan pembangunan bidang kependudukan diantaranya dapat tercermin dengan semakin rendahnya proporsi penduduk usia tidak produktif, khususnya kelompok usia 0-14 tahun, yang berarti pula semakin rendahnya angka beban ketergantungan. semakin kecil angka beban ketergantungan akan memberikan kesempatan bagi penduduk usia produktif (15-64 tahun) untuk meningkatkan kualitas dirinya karena semakin kecil beban yang harus ditanggung terhadap penduduk usia tidak produktif. dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, angka beban ketergantungan berubah secara fluktuatif. pada 2010, angka beban ketergantungan di maluku utara sebesar 62,29 artinya setiap 100 orang penduduk usia produktif harus menanggung sekitar 62 sampai dengan 63 penduduk usia tidak produktif. padahal pada 2009, angka beban ketergantungan di maluku utara sebesar 61,37

Transisi penduduk ditunjukkan dengan menurunnya proporsi penduduk usia produktif yang diikuti dengan meningkatnya proporsi penduduk usia tua (65 tahun ke atas). pada 2009, proporsi penduduk produktif sebesar 61,97 persen, turun menjadi 61,62 persen.

salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah adalah menciptakan lapangan kerja atau usaha yang layak. tantangan ini mencakup dua aspek sekaligus. penciptaan lapangan kerja yang baru bagi angkatan kerja yang belum bekerja, dan peningkatan produktivitas kerja bagi mereka yang sudah bekerja sehingga memperoleh imbalan kerja yang memadai untuk dapat hidup secara layak. data ketenagakerjaan yang disajikan dalam publikasi ini mengunakan data penduduk umur 15 tahun ke atas yang bersumber dari survei angkatan kerja nasional (sakernas).










Berkembangnya pola pikir yang konservatif di masyarakat, bahwa yang harus mencari nafkah adalah laki-laki. pada 2010, dari 100 angkatan kerja perempuan di maluku utara, sepuluh sampai 11 orang diantaranya pengangguran. lapangan kerja dan status pekerjaan salah satu ukuran untuk melihat potensi sektor perekonomian dalam menyerap tenaga kerja adalah komposisi penduduk yang bekerja menurut lapangan pekerjaan. selain itu, indikator tersebut juga mencerminkan struktur perekonomian suatu wilayah.  Sampai dengan 2010, lapangan usaha pekerjaan utama di maluku utara masih tetap didominasi oleh sektor pertanian. Persentase penduduk usia 15 tahun ke atas menurut klasifikasi lapangan usaha pekerjaan utama, 2008-2010 sampai 2010, sektor pertanian masih mendominasi lapangan usaha pekerjaan utama penduduk di maluku utara.

pola pengeluaran dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk menilai tingkat kesejahteraan (ekonomi) penduduk, dimana semakin rendah persentase pengeluaran untuk makanan terhadap total pengeluaran maka semakin baik tingkat perekonomian penduduk. seperti hukum yang dikemukakan oleh ernst engel (1857) bahwa bila selera tidak berbeda maka persentase pengeluaran untuk makanan menurun seiring dengan meningkatnya pendapatan, hukum ini ditemukan engel dari perangkat data survei pendapatan dan pengeluaran. perkembangan kemiskinan kemiskinan adalah masalah nasional yang harus segera ditanggulangi. penanggulangan kemiskinan diarahkan untuk mengurangi penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan dan mencegah terjadinya kemiskinan baru. potret kemiskinan di maluku utara selama lima tahun terakhir disajikan pada tabel dibawah ini,





dalam analisis kemiskinan dikenal beberapa indikator penting, diantaranya indeks kedalaman kemiskinan (p1), indeks keparahan kemiskinan (p2), dan garis kemiskinan. indeks kedalaman kemiskinan menjelaskan rata-rata jarak taraf hidup penduduk miskin dengan garis kemiskinan, yang dinyatakan sebagai suatu rasio dari kemiskinan. namun demikian, indeks ini tidak sensitif terhadap distribusi pendapatan di antara penduduk miskin, sehingga dibutuhkan indikator lain guna mengukur tingkat keparahan kemiskinan (p2). besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. secara umum, garis kemiskinan di maluku utara pada 2010 mengalami kenaikan dibandingkan 2009 yaitu sebesar 5,70.

Pola penduduk miskin cenderung makin mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit. sedangkan kenaikan indeks p1 pada 2009-2010 mengindikasikan bahwa walaupun ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin semakin menyempit, namun ada kecenderungan pengeluaran tersebut cenderung makin menjauhi (melebar) dari garis kemiskinan. pengeluaran rumah tangga secara umum data konsumsi/pengeluaran susenas dibagi menjadi dua kelompok, yaitu konsumsi/pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan. tingkat kebutuhan permintaan (demand) terhadap kedua kelompok pengeluaran tersebut pada dasarnya berbeda. dalam kondisi pendapatan terbatas, kita akan mendahulukan pemenuhan kebutuhan makanan, sehingga pada kelompok masyarakat berpendapatan rendah akan terlihat bahwa sebagian besar pendapatannya digunakan untuk membeli makanan. seiring dengan peningkatan pendapatan maka lambat laun akan terjadi pergeseran pola pengeluaran, yaitu penurunan porsi pendapatan yang dibelanjakan untuk makanan dan peningkatan porsi pendapatan yang dibelanjakan untuk bukan makanan. dengan demikian, pola pengeluaran dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk mengukur tingkat kesejahteraan penduduk, dimana perubahan komposisinya digunakan sebagai petunjuk perubahan tingkat kesejahteraan. determinan dari kesejahteraan ekonomi adalah kemampuan daya beli penduduk. bila kemampuan daya beli penduduk mengalami penurunan akan mengurangi kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok. 

Baca Selengkapnya - PRODUKTIVITAS KERJA DAN KEMISKINAN, INDIKATOR KESEJAHTERAAN PENDUDUK MALUKU UTARA

PENGANTAR : OVER POPULATION. PERMASALAHAN PENDUDUK MALUKU UTARA





Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar ke 4 setelah Amerika Serikat. Selain jumlah penduduknya yang besar, luasnya negara kepulauan dan tidak meratanya penduduk membuat Indonesia semakin banyak mengalami permasalahan terkait dengan hal kependudukan. Tidak hanya itu, faktor geografi, tingkat migrasi, struktur kependudukan di Indonesia dll membuat masalah kependudukan semakin kompleks dan juga menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus guna kepentingan pembangunan manusia Indonesia. Adapun masalah-masalah kependudukan yang dialami oleh Indonesia diantaranya adalah kondisi Demografis, yaitu Besarnya Jumlah Penduduk (Over Population)
Indonesia adalah Negara yang berada di urutan ke empat terbesar di dunia setelah berturut-turut China, India, Amerika Serikat. Jumlah penduduk Indonesia dari hasil Sensus 2010 mencapai angka 237.641.326 (www.bps.go.id). Dari tahun ke tahun jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah. Dari sensus tahun 1971-2012, jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah.

Dari data yang saya ambil dari Provinsi Maluku Utara mungkin dapat mewakili jumlah penduduk Indonesia, di bawah ini dapat dilihat bagaimana jumlah penduduk di Provinsi Maluku Utara dari tahun ke tahun semakin bertambah. Hal ini tentunya memberikan berbagai dampak baik postif dan negatif., positifnya antara lain sebagai penyediaan tenaga kerja dalam masalah sumber daya alam, mempertahankan keutuhan negara dari ancaman yang berasal dari bangsa lain, dsb.




Akan tetapi permasalahan kependudukan terkait dengan jumlah penduduk yang besar menjadi sebuah masalah yang tidak dapat dihindarkan. Provinsi Maluku Utara secara khusus memiliki berbagai potensi terjadinya konfik. Benturan antara berbagai kepentingan dengan berbagai organisasi masa lainnya membuat masalah besarnya populasi menjadi hambatan. Selain itu yang terpenting terkait dengan permasalahan penyediaan sumber daya alam dan berbagai kebutuhan penting lainnya. Adanya tekanan penduduk terhadap daya dukung lingkungan menjadi masalah yang sangat rumit. Kepentingan untuk membangun tempat tinggal dan ruang gerak sangatlah penting namun di sisi lain terdapat kepentingan yang terkait dengan permasalah lingkungan seperti halnya sebagai daerah aliran sungai, daerah resapan air, pertanian, penyediaan sumber daya alam, dll. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan dan keduanya perlu mendapatkan perhatian yang sama demi keseimbangan alam.

Selain itu, masalah yang muncul terkait dengan jumlah penduduk yang besar adalah dalam penyedian lapangan pekerjaan. Kebutuhan akan bahan pokok menuntut orang untuk berkerja dan encari nafkah. Namun, penyedia lapangan kerja sangatlah minim. Yang menjadi masalah adalah penduduk lebih senang untuk menggantungkan diri terhadap pekerjaan dan cenderung mencari pekerjaan daripada membuka lapangan pekerjaan. Hal ini menyebabkan masalah baru yaitu pengangguran. Apabila jumlah pengangguran ini tinggi, maka rasio ketergantungan tinggi sehingga negara memiliki tanggungan yang besar untuk penduduknya yang dapat menghambat pembangunan dan menyebabkan tingkat kemiskinan menjadi tinggi.

Jumlah penduduk yang besar memiliki andil dalam berbagai permasalahan lingkungan dan aspek lainnya. Jumlah penduduk yang besar tentunya membutuhkan ruang yang lebih luas dan juga kebutuhan yang lebih banyak namun lahan dan juga wilayah Indonesia tidaklah bertambah. Oleh karena itu, perencaan yang matang sangatlah diperlukan guna penentuan kebijakan terkait dengan besarnya jumlah penduduk Indonesia.

Terkait dengan jumlah penduduk yang tinggi tentunya terdapat faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah tingkat atau laju pertumbuhan penduduk. Besarnya laju pertumbuhan penduduk membuat pertambahan jumlah penduduk semakin meningkat.
Semakin besar persentase kenaikannya maka semakin besar jumlah penduduknya. Kenaikan ini tentunya membawa dampak bagi kependudukan Indonesia. Dalam penentuan kebijakan semakin banyak yang perlu dipertimbangkan baik dalam hal penyediaan berbagai sarana dan prasarana, fasilitas-fasilitas umum dan yang terpenting adalah kebijakan dalam rangka mengurangi laju pertumbuhan yang ada di Indonesia. Dari situlah muncul program KB dan kini ditangani oleh BKKBN.


Seperti  yang dipost dalam antara news.com (ANTARA News) Pada acara pelantikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Fasli Jalal,  Menkes mengatakan bahwa Revitalisasi Program KB adalah salah satu fokus dan prioritas Pembangunan Kesehatan yang diarahkan kepada penguatan supply dan demand secara seimbang.

"Dalam penguatan sisi supply, jajaran Kementerian Kesehatan, BKKBN, dan Pemerintah Daerah bersama masyarakat diharapkan dapat melakukan dengan sungguh-sungguh, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, upaya-upaya yang mencakup memperkuat sistem pelayanan KB, memperkuat kerjasama dengan mitra pelayananProgram KB, memastikan ketersediaan sarana-prasarana dan alat-obat kontrasepsi di semua sarana pelayanan kesehatan, meningkatkan kapasitas provider pelayanan KB

"Sedangkan dalam penguatan demand creation saya minta agar dilakukan pula dengan sungguh-sungguh upaya-upaya yang mencakup merubah pola pikir agar Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera Melembaga dengan merubah motto dari Dua Anak Lebih Baik ke motto Dua Anak Cukup, menumbuhkan sense of crisis dengan bekerja kreatif, tidak business as usual,  dan berintegritas tinggi.


.
Baca Selengkapnya - PENGANTAR : OVER POPULATION. PERMASALAHAN PENDUDUK MALUKU UTARA

Friday, 27 April 2012

ANALISA PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN KUALITAS


Secara umum jenis perusahaan yang kita kenal dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu : perusahaan manufaktur, perusahaan dagang, dan perusahaan jasa. Kegiatan pokok dari perusahaan manufaktur terdiri dari desain dan pengembangan produk, pengolahan bahan baku menjadi produk jadi dan penjualan produk jadi kepada pembeli. Perusahaan dagang melakukan jual beli barang tanpa melakukan pengolahan terlebih dahulu. Sedangkan perusahaan jasa hanya melakukan penjualan berupa jasa, dimana pelayanan atau jasa merupakan asset utama.

Bill Gates dan Collins Hemingway (1999) membagi tiga jaman perubahan yang akhir-akhir ini dialami oleh masyarakat Amerika, yaitu strategic quality management (tahun 1980-an), jaman reengineering (tahun 1990-an), dan jaman kecepatan / velocity (tahun 2000-an). Seiring dengan perkembangan jaman yang disertai perkembangan ilmu pengetahuan maka perubahan-perubahan besar akan semakin pesat, semakin serentak, dan semakin sering terjadinya. Yang tersisa hanyalah bagaimana meningkatkan kemampuan kita untuk dapat beradaptasi, seirama dengan tuntutan perkembangan yang ada.

Dari sudut pandang lain, perkembangan jaman menjadikan tingginya tingkat persaingan diikuti dengan perubahan selera konsumen, kemajuan teknologi, serta perubahan sosial ekonomi yang memunculkan tantangan tersendiri dalam bisnis. Oleh karena itu perusahaan dituntut untuk dapat memanfaatkan kemampuan yang dimiliki agar dapat memenangkan persaingan dan memperoleh profit semaksimal mungkin yang merupakan salah satu tujuan
perusahaan. 



Baca Selengkapnya..... 







Download File Pdf







Baca Selengkapnya - ANALISA PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN KUALITAS

Entri Populer

Komentarianisme